About Us

PENDAHULUAN

Berlandaskan keinginan bersama untuk memberikan warna baru bagi pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Pacitan, maka pada tahun 2008 berdirilah SD Alam Pacitan. Keinginan ini terdorong setelah tim pendiri mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). SD Alam Pacitan merupakan salah satu wujud upaya peningkatan mutu pendidikan pada sekolah dasar yang keberadaannya sesuai amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penyelenggaraan SD Alam Pacitan didasari oleh impian untuk membangun sekolah yang membebaskan, anak-anak bebas bereksplorasi dan bereksperimen. Anak-anak juga bebas berekspresi tanpa dibatasi sekat dan aturan yang mengungkung kreatifitas. Menstimulasi rasa ingin tahu dengan tanpa membatasi ruang gerak dengan kehidupan yang sebenarnya. Di setiap pembelajaran anak-anak selalu ditanamkan etika, norma, keyakinan dan kecintaan terhadap alam menjadikan dasar dalam membentuk anak-anak yang cerdas.

SD Alam Pacitan adalah sekolah bagi mereka yang mengangan-angankan perubahan dalam dunia pendidikan, bukan hanya sekedar perubahan sistem, metode  dan target pembelajaran melainkan perubahan paradigma pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil akhir proses pendidikan itu sendiri. SD Alam Pacitan juga berusaha memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan bangsa di masa yang akan datang agar memiliki kemampuan kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Anak harus dipersiapkan sedini mungkin melalui proses pendidikan di sekolah dasar yang memperhatikan perbedaan potensi kecerdasan, kecakapan, bakat dan minat peserta didik sehingga outcome yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan baik kebutuhan individu, keluarga, maupun kebutuhan masyarakat dan pembangunan bangsa di berbagai sektor, baik lokal, nasional, maupun internasional. SD Alam Pacitan juga didasari filosofi eksistensialis yaitu keyakinan bahwa pendidikan harus menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui proses pendidikan yang berkualitas dan pro-perubahan (kreatif, inovatif, eksperimentatif) serta menumbuhkembangkan bakat, minat dan kemampuan masing-masing peserta didik.

 

PEMBELAJARAN

Sistem pembelajaran di SD Alam Pacitan memadukan kurikulum pemerintah dengan kurikulum khusus sekolah alam. Kurikulum sekolah alam berasal dari konsorsium sekolah alam se-Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN). Sekolah memberi kesempatan peserta didik untuk: (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) belajar untuk memahami dan menghayati alam dan ilmu pengetahuan; (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif; (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain; (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan; (f) belajar sepanjang hayat; serta (g) belajar untuk peduli terhadap lingkungan. Adapun bagi siswa yang berkebutuhan khusus pembinaan, penanganan dan pendampingan siswa dilakukan melalui guru pendamping (shadow teacher).

Metode pembelajaran memanfaatkan potensi lokal dan sumber daya alam. Anak-anak diberikan bekal pengetahuan budaya, keberagaman budaya, potensi lokal kedaerahan, kemandirian, leadership, entrepreneurship, tenggang rasa dan saling menghargai melalui kegiatan-kegiatan seperti Si nDeso, outing dan adventure. Hal ini dilakukan sejak dini guna menyiapkan generasi yang tangguh, bertanggung jawab, cakap, terampil dan berbudi pekerti luhur. Selain upaya penguatan tentang budaya dan potensi lokal serta wirausaha, sekolah juga menyiapkan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan hidup. Sekolah melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam proses belajar mengajar sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian siswa, guru dan masyarakat dalam melestarikan, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Kegiatan pembelajaran SD Alam Pacitan terintegrasi ke dalam lima aspek sebagai berikut:

  1. Pendidikan Akhlak

Dilaksanakan melalui konsep teladan pengembangan EQ (Emotional Quontient),  SQ (Spiritual Quotient), IQ (Intelegence Quotient) dan lingkungan sosial (society) yang diimplementasikan secara praktis untuk mewujudkan generasi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia

  1. Pendidikan Sains dan Teknologi

Kegiatan pembelajaran kelas disusun secara holistik menggunakan spider web agar logika ilmiah siswa berkembang secara terintegrasi, sehingga mampu atau terbiasa berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. Anak-anak diarahkan untuk mengamati fenomena alam dan melakukan eksperimen dengan pemanfaatan teknologi.

  1. Pendidikan Kepemimpinan

Merupakan upaya membentuk karakter anak yang memuncak pada kepemimpinan dengan mengembangkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, religius, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, toleransi, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, gemar membaca, rajin menabung, amanah, kerjasama, keberanian, persahabatan, menghargai prestasi dan meningkatkan rasa percaya diri.

  1. Pendidikan Kewirausahaan

Merupakan kegiatan pengembangan ketrampilan, potensi dan kemampuan berwirausaha anak melalui kegiatan kantin sekolah, pameran karya dan bazaar berbagai produk anak-anak.

  1. Pendidikan Seni

Merupakan upaya untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan berekspresi dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup untuk menciptakan kebersamaan yang harmonis.

  1. Pendidikan Lingkungan

Dilakukan untuk menyelaraskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya yang berwawasan lingkungan dalam upaya pelestarian dan pencegahan kerusakan lingkungan.