Sinau nang Deso: “Pangupo Jiwo” Green Camp 2018

Sekolah Alam Pacitan – Tahun ini anak-anak Sekolah Alam Pacitan mengadakan kegiatan Green Camp di Dusun Ngunut, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 10 Februari 2018 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman anak – anak tentang kehidupan di desa yang lekat dengan kearifan lokalnya, keramahan warganya, tata sosial yang bersahaja, dan kondisi alam yang sejuk dan indah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD Alam Pacitan dan seluruh teacher. Selama Green Camp terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain kunjungan ke home industri tempe, industri jamur, industri gula, dan industri anyaman. Anak-anak sangat antusias dengan pengalamannya di desa ini, mereka secara bergantian memburu pertanyaan-pertanyaan kepada setiap warga yang bertindak sebagai narasumber.
Di home industri tempe tepatnya di rumah Bu Juari, anak-anak menyaksikan langsung cara pembuatan tempe. Tempe di desa ini menggunakan pelepah pisang untuk membungkus tempe. Bahan-bahan dan proses yang digunakan relatif sama dengan bahan pembuatan tempe pada umumnya yaitu kedelai dan ragi tempe. Kedelai direndam selama 24 jam dan ditiriskan, kemudian dicampur dengan ragi dengan takaran 1 kg kedelai dicampur dengan 1 sendok teh ragi tempe. Setelah tercampur rata kedelai diisikan di pelepah pisang. Tempe yang dihasilkan berbentuk silinder dan dijual Rp 1.000,- per biji. 

Pada saat di home industri gula anak-anak mengunjungi rumah Bu Ari dan belajar cara pembuatan gula jawa mulai dari penderesan atau pemungutan bahan pembuatan gula di pohon kelapa sampai proses pengemasan gula. Bahan gula kelapa diambil pada pukul 7 pagi dan 3 sore, pada saat pengambilan juga dilakukan pemasangan wadah penampungan air kelapa kembali sehingga prosesnya dilakukan terus menerus. Setelah didapatkan bahan baku pembuatan gula, maka harus langsung dimasak selama 2 jam untuk mendapatkan tekstur kental dan berwarna merah tua kecoklatan. Setelah selesai dimasak kemudian dituang kedalam cetakan dan didiamkan sampai dingin dan mengeras.

Berdasarkan keterangan warga setempat gula kelapa dijual Rp 9.000,- per kg, dan dalam sehari bisa didapatkan rata-rata 3-4 kg atau pendapatan keluarga dari penjualan gula kelapa berkisar antara Rp 36.000,- per hari atau Rp 1.080.000,- per bulan jika pembuatan gula konstan. Dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan kelapa, yang pada saat kegiatan ini dilakukan harga satu biji kelapa di pasaran sekitar lokasi kegiatan adalah Rp. 1.500,- panennya dilakukan 3 bulan sekali. Jika sekali panen didapatkan rata-rata 1.000 butir kelapa maka pemasukan yang didapatkan adalah sekitar Rp 1.500.000,- atau Rp 500.000,- per bulan. Sehingga jelas bahwa pohon kelapa bisa menghasilkan pemasukan yang lebih banyak dari pembuatan gula kelapa daripada panen kelapa secara langsung.

Terdapat tradisi lokal yang unik untuk mengambil air nira kelapa yang akan digunakan untuk membuat gula kelapa yaitu secara lokal disebut “paronan”. Dimana beberapa kepala keluarga membentuk sub kelompok petani yang terdiri dari 2-4 kepala keluarga. Setiap kepala keluarga berpasangan dengan petani yang lain. Masing-masing kepala keluarga tersebut sepakat untuk bekerjasama dalam sistem paronan. Setiap 5 hari sekali satu dari dua petani dalam sub kelompok tersebut memanen nira kelapa dari pohon kelapa miliknya sendiri dan dari pohon kelapa pasangannya untuk dijadikan kelapa dan dijual sendiri. Setelah 5 hari selesai bergantian petani yang satunya melalukan hal yang sama. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi memanen dan menjaga keberlangsungan pembuatan gula kelapa.

Pada saat kunjungan ke industri jamur anak-anak dapat memahami cara pembuatan jamur. Prosesnya meliputi pembuatan baglog. Baglog diisi serbuk gergaji halus yang kemudian diberi cincin di bagian atasnya. Kemudian dilakukan proses sterilisasi dengan cara dikukus. Setelah itu dilakukan inokulasi atau proses penanaman bibit jamur ke dalam baglog. Baglog kemudian di letakkan di rak atau digantung di tali untuk ditunggu proses pembentukan jamur. Yang harus diperhatikan adalah untuk selalu menjaga kelembaban dan suhu ruangan kamar jamur. Suhu dan kelembaban harus stabil dna baglog harus selalu lembab dan tidak boleh kering. Jika kering maka akan menghambat proses pembentukan jamur. Setelah 20 hari maka jamur akan terbentuk dan dapat dipanen. Harga satu kilogram jamur tiram adalah Rp. 12.000,-. Seperti yang telah kita ketahui bahwa jamur kaya akan nutrisi dan merupakan sumber makanan alternatif. Kandungan protein jamur cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai makanan pengganti daging.


Lokasi kegiatan kunjungan diakhiri di home industri pengrajin anyaman. Anak-anak pun dengan sangat antusias mencoba membuat anyaman yang berbahan dasar bambu. Berbagai barang-barang rumah tangga seperti pithi, tampah, senik, kukusan dan lain-lain dapat diproduksi di home industri ini. Anak-anak selain dapat belajar mengenal jenis-jenis peralatan rumah tangga khas lingkungan desa, juga dapat langsung belajar dan praktik langsung membuatnya dengan cara menyanyam. Perlu keterampilan dan kesabaran yang ntuk membuat barang-barang anyaman yang berkualitas, karena akan mempengaruhi tingkat kerapihan dan keawetan barang.
Terimakasih kami upcapkan kepada seluruh masyarakat Dusun Ngunut, Desa Wonoanti, Tulakan, Pacitan yang telah memberikan banyak ilmu kepada kami.

Salam hangat, siswa-siswi SD Alam Pacitan

Tentang kami: “Beberapa hal yang telah kami lakukan”

SD Alam Pacitan berdiri pada tanggal 20 mei 2008 dengan NSS : 102051204043 dan Akreditasi A. Terletak di Kelurahan Sidoharjo di Kecamatan Pacitan berdekatan dengan Kantor PDAM dan Kantor Perkebunan dan Kehutanan. Sebelah Timur adalah kawasan Kodim 0801 dengan area sawah yang bisa dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran anak-anak untuk menambah wawasan lingkungan. Sebelah utara adalah pemukiman penduduk yang bisa kami gunakan untuk menambah wawasan pengetahuan saling berbagi dalam kontek penguatan pendidikan karakter.

SD Alam Pacitan dengan luas bangunan adalah 1.080 M2 .dengan jumlah jumlah siswa 139 Jumlah guru dan karyawan 20. Konsep sekolah dimana Alam sebagai media dan bahan ajar dalam proses pembelajarannya. Sekolah Alam Pacitan adalah sekolah dengan konsep berbasis alam semesta, mendidik anak didik tumbuh menjadi manusia berkarakter, mampu memanfaatkan alam, mencintai dan memelihara alam lingkungan.

Roh Sekolah Alam Pacitan adalah mengajarkan empat hal utama yaitu akhlak yang bersifat universal / akhlakul karimah, logika ilmu, kepemimpinan dan kewirausahaan / enterpreneurship. Sedangkan dalam proses pembelajaran alam berguna sebagai alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan ajar, alam sebagai objek pembelajaran.Dengan penguatan alam serta penguatan budaya lokalnya sekolah Alam Pacitan terlihat lebih asri dan indah, dimana pintu gerbang terlihat gapura bambu dan atapnya daun kelapa tak hanya itu beberapa unsur lokal diletakkan sebagi bagian hiasan keindahan sekolah. Ada kentongan dan penumpukkan kulit kelapa(sepet) adanya prau khas pacitan, adanya brujul, luku serta aneka bahan alam menghiasi sudut dan ruang sekolah.

Pola dan prilaku pembiasaaan anak-anak dan guru karyawan sudah dipraktekkan sejak awal kebun sekolah, lab pertanian anak di tempatkan di kebun tengah dan samping. Terlihat setiap pagi anak-anak sudah disibukkan dengan penelitian tanaman sebagai bagian proses kegiatan dengan alam semesta. Dengan konsep inilah bekal ini kami jadikan modal menuju sekolah Adiwiyata di Kabupaten Pacitan dan alhamdulillah bisa mewujudkannya. Peran dari yayasan Alam Permadhani , komite sekolah , wali murid serta seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam membangun, mengubah pola dan prilaku yang berwawasan lingkungan hidup.

Adapun Lingkungan sebagai bagian terpenting dari jantung pembelajaran, kami kaji sebagai berikut: 1) Sampah. SD Alam Pacitan melakukan program menambung sampah setiap minggu untuk seluruh siswa-siswinya, dimana sampah-sampah berupa kertas, kardus, botol-botol mineral, botol kaca, baju bekas (layak pakai) disimpan di setiap kelas dan semua sampah tersebut sebagia untuk media pembelajaran, media menghiasi ruang belajar sisanya ditaruh dibank sampah sekolah.Bank sampah sekolah dikeloloa oleh tim Adiwiyata dak dijual ke pemulung yang sudah bekerjasama dengan pihak Sekolah, disinilah anak-anak bisa belajar entrepreunership/ wirausaha bernogosiasi, jual beli dan hasilnya bisa digunakan untuk kegiatan kelas dan sekolah Alam.Banyaknya sampah yang ditabung anak-anak dijadilah aneka baju sampah yang dilakukan oleh Tim adiwiyata sekolah dan sering dipamerkan di masyarakat sejak tahun 2010 dari mulai kegiatan hari bumi,hari lingkungan hidup serta fashion show.Yang paling menarik dari show baju sampah tersebut sekarang menjadi barometer kegiatan di seluruh Kabapten Pacitan disetiap event.Tak hanya nabung sampah program menabung pupuk kotoran kambing juga diterapkan bagi setiap siswa dan guru serta karyawan.Pupuk tersebut dimanfaatkan perkelas untuk semua jenis tanaman sayur yang mereka tanam dan teliti setiap hari. Banyaknya sampah daun dihalaman sekolah oleh Tim Adiwiyata juga dimanfaatkan pembuatan pupuk organik dan pupuk tersebut kami lebeli “Pupuk Makmur organik”dah sudah kita jual ke warga sekolah dan masyarakat. 2) Energi. SD Alam Pacitan menerapkan kebijakan dalam menghemat listrik dan air dan pemanfaatan yang berbasis pada lingkungan dengan langkah terintegrasi dengan pembelajaran, dimana selalu mengkampayekan penghematan energi listrik penghematan penggunakan. Bak-bak penampung yang ada disetiap kran halaman sekolah alam digunakan unuk menampung air lalu digunakan setia hari oleh anak-anak dan guru untuk menyirami tanaman hias. Disetiap ruangan didalam dan luar banyaj terpapang himbauan tentang penghematan energi listrik dan air. 3) Keanekaragaman hayati. Nuansa alam yang menghiasi sekolah dengan wujudkan sekolah, rumahku, keluargaku polesan desain sederhana dengan pernak-pernik hiasan lesung, garuk, kentongan serta prahu pancung khas Pacitan menambah keindahan serta khas lokalnya. Halaman depan hiasan bunga hiasan gantung dan halaman tengah penuh tanaman hias dengan balutan taman yang indah menguatkan akan keanekaragaman hayati. Dengan pemanfaatan area tengah dan samping sekolah, SD alam Pacitan berupaya merawat, melestarikan, membudayakan semua jenis tanaman. Ada tanaman keras seperti sengon,akasia,aneka tanaman toga pun melengkapi keindahan dan khas lingkungan , aneka tanaman hias serta tanaman sayuran yang sering dilakukan pengamatan pada anak didik.Untuk satwa sekolah Alam Pacitan juga memelihara jenis burung seperti kenari, labet, glatik, jalak, deron,puter , ayam ketawa,ayam kate, ayam mutiara serta ikan gurameh. 4) Air. Adanya penampungan air disetiap area kran cuci tangan dan wudhu yang digunakan untuk menyirami tanaman dan pembiasaan anak-anak SD Alam Pacitan setiap hari selalu menyirami tanaman. Beberapa slogan dan himbauan juga menjadi prioritas kepada anak-anak untuk sellau berhemat air. 5) Makanan dan Kantin. Program SD Alam Pacitan dengan Kantin kejujuran yang dilakukan ternyata sangat membantu memberikan perubahan sikap dan perilaku pada diri anak-anak dan warga sekolah. Menjauhkan dari bungkusan plastik dan gelas plastik berdampak besar.Dengan prinsip 5 P kantin kejujuran sekolah menjadi kantin yang benar-benar sehat. Keterlibatan komite dan peran wali murid dalam mensosialisasikan program kantin menjadi hal utma menjadikan kantin menjadi sehat. Antri dalam proses pembelian menjadi hal utama dalam proses jual belinya. Adanya petugas kebersihan da penjaga kantin serta terjadwalnya anak-anak perkelas untuk jualan di Kantin kejujuran.

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmatNya (hujan), dan Kami turunkan air dari langit yang amar bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)”

(QS. Al-Furqaan : 48-50).

Kandungan air hujan: Sebenarnya kandungan air hujan sangat berpengaruh pada kondisi atmosfer dan arah angin dimana hujan itu turun. Air hujan akan bereaksi dengan kondisi atmosfer yang dilaluinya sehingga sangat berpotensi mengandung zat-zat seperti karbon (fly ash / dalam bentuk abu ringan), asam nitrat, asam sulfat dan zat lainnya yang berasal dari industri atau gunung berapi. Kandungan utama dari air hujan yaitu terdapat 99,9 % H2O sisanya dari kondisi atmosfer yang dilalui. Jadi kandungan air hujan berbeda-beda di satu tempat dengan tempat yang lain. Misalnya kandungan air hujan yang turun di permukaan laut akan berbeda dengan hujan yang turun didaratan, kandungan air hujan yang turun ditempat padat penduduk dan industri akan berbeda dengan kandungan air hujan yang turun di tempat-tempat yang jarang penduduk dan industrinya.

Kontak Kami:

Nama Sekolah           : SD Alam Pacitan

Alamat                        : Jl. Brawijaya belakang Kodim 0801 Kel.Sidoharjo

Kecamatan                 : Pacitan

Kabupaten                  : Pacitan

Telp                              : (0357) 882492

Nama KS                     : Bangun Naruttama,S.Pd.AUD

E.mail                          : schoolofexploring@yahoo.com

Website                       : sekolahalampacitan.com

 

 

 

Belajar tentu dimana saja bisa. Di kelas ok, di ladang ok, di hutan?? Ok. Di kota, ok. Di Desa, OK. Belajar di desa merupakan sebuah pengalaman berharga. Karena desa merupakan sumber ilmu pengetahuan yang murni dari sisi sains, sosial budaya, dan ekonominya. Desa merupakan asal mula sebuah peradaban yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Masyarakat indigenous yang sarat ilmu tentu siap untuk ditimba ilmunya.

Kali ini, kami akan mengunjungi sebuah desa di Kabupaten Pacitan yaitu Dusun Ngunut, Desa Wonoati, Kecamatan Tulakan. Di sana kami akan belajar bersama masyarakat tentang kehidupan desa, kondisi alam dan sosial budayanya. Beberapa industri rumahan juga akan kami kunjungi, diantaranya industri jamur, industri anyaman, dan industri peternakan ayam.

Setelah kegiatan ini usai, semua hasil belajar ini akan di pamerkan dalam bentuk pameran terbuka di alun-alun Kabupaten Pacitan untuk menyebarluaskan ilmu dan mempromosikan potensi lokal Desa Wonoanti.

Green Camp Sekolah Alam Pacitan

 

Sekolah Malam Pengamatan Gerhana Bulan

 

Sekolah Malam yang diadakan kali ini adalah belajar tentang 3 fenomena alam langka yang terjadi sekaligus yaitu Super Blue Blood Moon yang hanya terjadi sekitar 152 tahun sekali.
Allahuakbar..!!

Foto diatas adalah gambaran antusiasme anak-anak untuk mempelajari fenomena alam tersebut.

Tidak lupa kami juga melakukan Sholat Gerhana secara berjamaah sebagai bentuk permohonan perlindungan dan wujud rasa syukur kami, masih diberikan kenikmatan sampai hari ini.
Alhamdulillah…
Semoga menjadi pengalaman berharga dan kesan yg indah untuk anak-anak..

Gelar Bazar di Alun-Alun Pacitan

“Monggo bu dibeli jusnya,” begitulah anak-anak kelas 5 mempromosikan produk yang mereka jual di acara Car Freeday Minggu pagi (28/01) bertempat Alun-Alun kota Pacitan. Hari itu anak-anak menjual beberapa makanan dan minuman seperti jus, ceker lapindo, jajanan pasar, dan aneka snack. Mereka begitu antusias menggelar bazar sambil belajar mengembangkan kemampuan entrepreneur. Hasil kegiatan bazar ini akan didonasikan di lokasi Greencamp Dusun Ngunut Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan pada Jumat s/d Sabtu 09-10 Februari 2018.